Sekolah Keragaman II yang dilaksanakan dalam periode Desember 2022 – Mei 2023 ini, berfokus pada pelatihan promosi praktik baik (best practice) dan pengelolaan keragaman yang sudah ada dalam masyarakat.
Lanjutkan membaca
Sekolah Keragaman Edisi II
Pengabdian masyarakat adalah satu di antara tiga pilar perguruan tinggi di Indonesia, bersanding dengan pendidikan dan penelitian. Pengabdian ini diharapkan mampu menjadi jembatan antara praktik akademik dunia kampus dan kebutuhan terkini masyarakat.
Dengan mengusung Program Sekolah Keragaman II, Kelompok Kajian Wargakarta Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya dan mahasiswa kembali melebur ke masyarakat demi mengabdikan diri. Karena sudah sepatutnya, ilmu yang dipelajari di bangku perkuliahan tidak berhenti di wilayah teoritis, namun langsung terasa aplikatif dan dapat dirasakan kebermanfaatannya oleh masyarakat luas.
Berbeda dengan Program Sekolah Keragaman I di mana mahasiswa diajak mengamati dan mencatat fenomena keragaman yang ada di lingkungan sekitar mereka, pada Program Sekolah Keragaman II, poin pengabdian masyarakat menjadi tujuan utama. Dalam program ini, warga desa berkolaborasi dengan para mahasiswa yang telah mengikuti Sekolah Keragaman sebelumnya.
Sekolah Keragaman II yang dilaksanakan dalam periode Desember 2022 – Mei 2023 ini, berfokus pada pelatihan promosi praktik baik (best practice) dan pengelolaan keragaman yang sudah ada dalam masyarakat.
Terdapat tiga tujuan dari pengabdian masyarakat yang kami bungkus dalam Program Sekolah Keragaman II ini, antara lain sebagai berikut: (1) Masyarakat menjadi lebih berdaya karena potensi-potensi baik seperti: toleransi, kesetaraan ekonomi, dan kerukunan desa menjadi lebih dikuatkan; (2) Mahasiswa bersama-sama dengan masyarakat mewujudkan program untuk mempromosikan nilai-nilai in- klusivitas yang telah ada di setiap desa, agar diketahui secara luas dan dapat menjadi inspirasi di berbagai tem- pat; serta (3) Mahasiswa dapat belajar dan mengalami langsung perbedaan di masyarakat untuk menumbuhkan jiwa inklusivitas mereka.
Sekolah Keragaman II yang dilaksanakan dalam periode Desember 2022 – Mei 2023 ini, berfokus pada pengolahan dan pelatihan promosi praktik baik (best practice) dan pengelolaan keragaman yang sudah ada dalam masyarakat.
Terdapat tiga rangkaian pelatihan yang berkelanjutan, yakni: (1) Penggalian potensi praktik baik; (2) Pelatihan training of trainer aktivis desa; (3) Pelatihan strategi gethok tular dan diseminasi.
Buku panduan ini dirancang sebagai pintu masuk dalam mengenali bagaimana promosi praktik baik dapat dilakukan dengan mudah dan menyenangkan secara bersama-sama. Bagi pelaksana, buku ini menjadi acuan langkah-langkah penyusunan program dan sebagai materi pokok bagi peserta.
Besar harapan kami, baik warga, mahasiswa, maupun akademisi yang turut berpartisipasi dalam Sekolah Keragaman II dapat bersinergi dalam mempromosikan ide sekaligus praktik baik yang secara organik telah tumbuh di desa-desa.
Diseminasi dari kegiatan promosi praktik baik inilah yang kelak menjadi bibit-bibit baru, bertunas di banyak tempat, dan berjejaring demi mewujudkan kehidupan multikultural yang inklusif dan progresif.
Alur Kegiatan
klik gambar/judul untuk mempelajari alur lebih detil