Live-In

Proses mengalami secara intens perbedaan budaya di suatu lokasi yang ditentukan, sehingga diperoleh cara pandang baru mengenai keberagaman di masyarakat.
live-in
Mengapa kita perlu untuk memahami perbedaan? Seperti kita tahu, bahwa bangsa Indonesia tersusun dari perbedaan di dalam kemajemukan masyarakatnya. Bukan hanya perbedaan etnis maupun agama yang sering dibicarakan, tetapi tak terhitung perbedaan lain, di antaranya: dialek bahasa, status sosial ekonomi, pendidikan, gaya hidup, alam di masing-masing daerah, ideologi, hingga pemikirannya.

Perbedaan menjadi berkah bagi bangsa Indonesia sekaligus menjadi ancaman jika kita terhenti atau menolak untuk memahami saudara-saudara kita yang memiliki identitas berbeda. Memahami tidak sekedar tahu atau mengerti, tetapi juga memiliki rasa empati dan penghargaan (respect) terhadap pola pikir maupun perilaku yang berbeda dari kelompok lain.

Selanjutnya, bagaimana cara paling efektif agar kita dapat memahami perbedaan? Para ahli, terutama dalam bidang ilmu sosial humaniora, sepakat bahwa cara paling efektif memahami suatu komunitas tertentu adalah dengan tinggal, hidup bersama, dan berkegiatan sehari-hari dengan mereka dalam tempo sementara (live-in).
Sepanjang live-in, Peserta Sekolah Keragaman mengamati, mencatat, dan terus-menerus merefleksikan simpul-simpul perbedaan budaya antara “kita” dan “mereka”. Cara-cara live-in atau cultural immersion (penanaman budaya) ini dianggap efektif karena pemahaman kita terhadap kehidupan kelompok yang kita anggap berbeda telah mencapai taraf pengalaman (experiencing) bukan lagi sekedar tahu (knowing). Artinya, seseorang dapat memahami “dari dalam”, terkait mengapa mereka berbeda, mengapa mereka berpikir seperti ini, tidak seperti itu, atau bertindak begini bukan begitu.

Diharapkan dari proses live-in sepanjang tiga minggu, muncul rasa kepekaan yang tinggi terhadap kelompok dengan identitas dan situasi sosial yang berbeda. Lebih jauh lagi, kepekaan ini menghadirkan rasa penuh toleransi dalam tatanan masyarakat inklusif, multikultural, dan pancasilais, sebagaimana tujuan utama dari program Sekolah Keragaman.
just an element

Esai Pilihan

crossmenuchevron-leftchevron-rightarrow-right